Sabtu, 27 Juli 2013

Berharap.

Anggap saja aku ini sebuah bintang dilangit. Jauh. Aku melihatmu dari kejauhan, kamu tidak. Diam-diam aku melihatmu tanpa alasan. Memang tanpa alasan bagiku. Aku mungkin terserempet karma itu. Kamu tidak sadar?
Anggap saja aku ini sebuah awan yang menemanimu sepanjang hari meski dirimu tertutup oleh atap itu. Aku melihatmu dari kejauhan, kamu tidak. Diam-diam aku mencoba bergerak dan mengintip dirimu dari balik jendela. Melihat dirimu tersenyum, tertawa, dan berbicara.
Anggap saja aku ini angin yang mencoba berhembus memberimu kesejukan meski diluar itu panas. Aku melewati pintu dan jendela, kamu tidak. Diam-diam aku datang berharap dirimu baik.
Namaku Nada. Aku berharap aku bisa memberi alunan indah dalam kehidupanmu. Aku ini tak pandai bernyanyi, aku juga tak pandai bermain alat musik. Namaku Nada. Nada yang berarti embun. Bagiku embun itu istimewa. Istimewa saat pagi datang. Selalu ditunggu diatas daun. Aku ingin seperti embun yang ditunggu oleh daun sepertimu. Aku ingin seperti embun. Istimewa. Yaa. Istimewa bagimu. Haha aku memang bodoh. Aku hanya perempuan biasa. Aku hanya berimajinasi. Andai aku seperti embun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar