Seharusnya itu aku. Buktinya aku ada kok. Aku ada tapi kamu seakan buta.
Seharusnya itu aku. Buktinya setiap pagi aku menyapa. Aku menyapa tapi kamu seakan tuli.
Seharusnya itu aku. Buktinya aku selalu berusaha dekat. Aku berbicara, aku cerita tapi kamu seakan menyepelekannya.
Seharusnya itu aku. Buktinya aku selalu mendoakanmu. Aku mendoakanmu tapi kamu seakan terhipnotis dan tidak merasakan apapun
Seharusnya itu aku. Buktinya aku melihatmu jauh lebih lama. Aku melihatmu tapi kamu seakan cuek.
Seharusnya itu aku. Buktinya aku selalu memanggil lengkap namamu tanpa ejekan. Aku memanggilmu tapi kamu seakan merasa biasa saja.
Siapa orang yang selalu menyapamu dipagi hari? Siapa yang selalu melihatmu? Siapa yang memanggilmu? Itu aku.
Aku memang nakal. Tapi aku tidak suka rokok, aku tidak suka perkelahian, dan aku pun tidak tau apa itu vodka dan ganja. Sial. Aku mulai suka denganmu.
Teman-temanku anak polos. Aku mulai ingin merubah diriku. Aku ingin terlihat sempurna dimatamu. Ya seharusnya itu aku.
Aku dulu merasa broken home, sampai akhirnya aku punya kelainan dijantung. Aku ingin merasa bahagia dirumah dan sehat. Agar kamu tau aku bahagia. Mungkin kamu suka orang yang ceria. Ya seharusnya itu aku.
Tapi apadaya. Aku adalah Nada. Tulisanku tak sebagus Chairil Anwar tapi dari benih papah dan ketulusan alm mamah jadilah Nada Rizqi Pratiwi. Ini untukmu. Seharusnya itu aku ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar