Selasa, 02 Juli 2013

Tidak semua yang berkilau itu indah

Hari ini saya kembali bercengkrama dengan sesorang yang memiliki bola mata yang indah. Desah angin yang bertiupan kembali datang membuat letak itu berterbangan entah kemana.
Seriously? saya saja hampir tidak percaya. Sempat berharap please never grow up. Semakin tumbuh semakin cepat layu dan mati ibarat setangkai bunga.
Saat dia bersama yang lalu kembali dalam suatu wilayah bersama, burung merpati putih datang dan berkata, sudah, dia bahagia. Are you kidding me? Ibuk periku entah kemana. Am I crazy? Fish!
Suasana berubah, Hening. Saya masih ragu. saya terus berlari sampai terjatuh dalam jurang yang curam. saya melihat mereka terikat dalam suatu tali hubungan. That's hurt.
Entah apa yang ada dalam pikiran saya. Saya membuat rakit dan segera menuju ke sungai kotor didepan mata saya dengan harapan saya bisa keluar. ternyata saya salah. Bayang-bayang itu masih selalu datang disaat aku terombang-ambing diatas air.
Setelah beberapa lama terombang-ambing saya melihat kerajaan megah disana, saya dengan gaun yang saya kenakan saat ini memberanikan diri untuk memasukin istana itu. Oh God, why? ternyata kerajaan ini milik mereka. saya salah lagi.
Saya berlari dan sekarang saya berada didalam hutan lebat. Sendirian. Tanpa sinar bola matanya yang indah.
Saya berharap saya tidak terlalu mengharapkannya seperti dulu. Bagai mimpi buruk jikalau dia ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar