Sabtu, 21 Januari 2012

Sebuah cita yang harus kuraih dengan usaha ku sendiri

Saat ini aku sedang berlari, berlari dengan santai. Saat aku mulai berlari ada sebuah masalah yang menyandungku, aku terjatuh, namun apapun harus kulakukan untuk masa depanku (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩)ง. aku mencoba memusnahkan masalah itu, dengan cara apapun ku lakukan agar masalah itu tidak mengganggu ku. Masih banyak kerikil2 masalah yang mengganggu jalanku, inginku membersihkannya namun apa daya? Mereka jutaan bahkan ribuan. kerikil masalah itu sungguh menggangguku. Tapi waktu memaksaku untuk terus berlari, namun kakiku sakit, aku menginjak kerikil masalah itu. Entah apa yang harus aku lakukan. saat keadaan ini aku bingung, aku sakit, aku terjatuh. Rasanya aku ingin berhenti berlari. Aku lelah, aku sakit. Kerikil masalah itu masih menempel dalam kakiku. Aku tak melanjutkannya. tapi, aku harus melakukan apapun untuk sebuah bintang yang terang nan indah kelak. namun, kerikil itu seakan permanent dikakiku sehingga aku terhambat untuk berlari lagi. Aku sekarang berjalan, entah berapa lama aku harus berjalan berjalan. Waktu terus mengejarku, aku harus berlari dengan kaki yg terluka, aku hrs berusaha, tapi ini begitu sakit. Kerikil ini harus dihilangkan. Waktu terus berjalan, aku masih bingung bagaimana cara menghilangkan kerikil masalah ini dari kaki ku dan jalanku. Disini aku terjebak, aku panik, aku takut. Aku butuh malaikat yang bisa menghilangkan kerikil masalah ini agar aku lancar berlari. Sahabat2ku mencoba membantu, tapi itu hanya sebagian kecil. Namun support dari mereka sudah cukup bagiku:'). Masih berjalan dengan kesakitan, namun tetap berusaha. Demi kedepannya kelak. Saat ini aku tidak ingin diganggu dulu. Cukup sakit dengan kerikil masalah ini. aku tidak ingin ada kerikil yang lebih banyak lagi yang menancap dikakiku. Bekal ku belum cukup. Aku menemukan ilmu2 yang aku dptkan sendiri, dan aku tersandung kerikil lagi. Kerikil2 itu sungguh menyiksaku. aku masih perlu belajar lagi, namun kerikil masalah itu datang terus, dan datang terus. Aku berjalan...sambil mencoba mencabut kerikil itu dari telapak kaki ku. bagiku, mereka seperti permen karet. permen karet yang menempel disebuah kain, terdapat bekas, kotor, yah sama, kalo ini bekas, luka, sakit. 
aku berusaha berlari kembali seiring berjalan nya waktu aku rela kakiku berlumuran darah hanya karna kerikil masalah yang menancap dikakiku. Aku mulai berlari kecil saat ini. Hanya bisa sabar dan terus tawakal. aku memiliki 2 pilihan yang aku anggap rumit. terus berlari dengan membawa sejuta masalah, atau aku harus berdiam mencoba menghilangkan masalah itu dulu sehingga kehabisan waktu? aku bingung, aku panik. aku memilih usahaku yang berlari dengan membawa kerikil-kerikil masalah itu, aku mulai berlari agak kencang, namun aku terjatuh lagi, aku berjalan sejenak, aku mulai berlari kecil. Ushaku masih rendah. aku takut tidak bisa melanjutkan perjalanan. Bintang ku terang bersinar diujung sana, suasana mulai mengejar ku, serasa mereka memanggilku untuk segera mendapatkan bintang ku itu. aku butuh obat, aku butuh roket untuk mengantarku sampai kesana. namun aku hanya tangan hampa. tiada apapun yang ku bawa. aku hanya memiliki ilmu yang saat ini ku genggam.
orang tua ku bersama bintang ku disana berdoa dan berharap. mereka bilang "kamu pasti bisa Nada. pasti bisa!" Hanya bicara itu. aku berlari dengan amanah mereka. kini aku mulai sabar saja dulu. Aku berserah diri pada Allah, teman ku saat ini. yang bisa membantuku saat ini. Dialah yang Maha Kuasa. 
akupun berlari dengan kaki yang terluka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar